Sunday, January 11, 2026

Book Review: Reasons To Stay Alive


Tajuk: Reasons To Stay Alive

Penulis: Matt Haig

Cerita Patung Beruang: 

Ada sahabat Patung Beruang asyik tanya tentang review untuk naskah Reasons To Stay Alive ini bila dia lihat status Whatsapp Patung Beruang. Baiklah... marilah kita tunaikan janji sekarang juga, hehehe.. 

Maaf sangat-sangat sebab book review ini keluar lambat sedangkan Patung Beruang selesai membaca naskah ini pada 26 December 2025. 

Ini naskah ke-25 (terakhir) yang Patung Beruang selesaikan pada tahun lepas, Alhamdulillah.. 


Kalau ikut perancangan, Patung Beruang nak update book review untuk naskah ini dan juga naskah tulisan Ustaz Pahrol, Perasaan Bukan Tuhan semalam (Sabtu). Malangnya, jadual Patung Beruang tiba-tiba penuh (cewahhh..) untuk semalam dan hari ini. Semuanya disebabkan terjadi beberapa incidents yang Patung Beruang tak jangka langsung. Nantilah, jika ada masa dan kesempatan, Patung Beruang kongsikan disini apa sebenarnya yang berlaku pada 2 hari ini. Yang pasti, 2 incidents ini berjaya membuatkan Patung Beruang rasa macam gugur sekejap jantung ini (drama sangatkan??) 


Menariknya Naskah Ini: 

Reasons To Stay Alive ialah sebuah memoir reflektif tentang pengalaman Matt Haig berdepan dengan kemurungan teruk, anxiety dan kecenderungan untuk membunuh diri (suicide attempt) ketika berusia 20-an. 

Naskah ini tidak disusun secara kronologi yang rigid, tetapi jalan ceritanya bergerak melalui: 

  • Episod kejatuhan mental yang merudum;
  • Rasa takut, panik dan hilang makna hidup; 
  • Proses mengenali dan memahami diri, dan mencari willpower untuk terus hidup. 

Matt Haig menulis naskah ini dengan bahasa yang ringkas, terus-terang dan manusiawi. Dan yang pasti, dia tidak meromantiskan penderitaan atau kesakitan yang ditanggungnya. Dia tidak bercakap dari posisi "aku sudah sembuh sepenuhnya.

No.. Is not.. 

He wrote as someone yang pernah runtuh dan belajar hidup bersama luka. Disinilah sebagai pembaca, kita akan nampak kejujuran dia. 


Selain itu, dia juga tidak menjanjikan "instant cure (penyembuhan segera)". Sebaliknya, Matt Haig bercerita tentang bagaimana hidup seseorang itu boleh menjadi sangat gelap, tetapi masih berhak untuk diteruskan, selagi masih bernafas. 

Naskah ini juga memuatkan short reflection, senarai sebab mengapa hidup perlu diteruskan, dan observations tentang harapan dan hubungan sesama manusia. Ayat-ayatnya ringkas, tetapi terperangkap lama dalam fikiran, terutamanya tentang bagaimana masa dan perasaan boleh menipu kita ketika sedang sakit. 


Cuma...

Buku ini menyentuh isu kemurungan dan suicidal thoughts. Jadi, mungkin berat untuk sesetengah pembaca. So, please choose your reading material wisely!!!


Pada Patung Beruang, ini bukan tipikal buku motivasi. Naskah ini bukan tentang mencari kebahagiaan besar. 

Tetapi.. 

Ia tentang memegang hidup walaupun hanya dengan jari, dan perlahan-lahan menyedari bahawa itu sudah cukup untuk hari ini. Ya, terima kasih kerana berjaya hidup untuk hari ini. Terima kasih kerana telah berusaha sehabis daya.

Ia adalah teman senyap untuk mereka yang sedang bertahan di luar sana. 

Ia tidak berkata, "semuanya akan baik-baik saja". 

Tetapi ia berkata, 

"Ini sakit. Tapi percayalah, sakit ini tidak akan kekal dalam bentuk yang sama." 

"Maka, tunggulah.. Jangan pergi lagi.. Hidup ini terlalu berharga untuk dihabiskan sekarang." 

Naskah ini memberi harapan, tanpa janji palsu.... 


Bak kata Haruki Murakami dalam Kafka on the Shore

"...once the storm is over, you won't remember how you made it through, how you managed to survive. You won't even be sure, in fact, whether the storm really over. But one thing is certain. When you come out of the storm, you won't be the same person who walked in. That's what this storm's all about." 


"Kemarilah

Singgah dulu sebentar

Perjalananmu jauh

Tak ada tempat berteduh


Menangislah

Kan kau juga manusia

Mana ada yang bisa

Berlarut-larut

Berpura-pura sempurna


Sampaikan pada jiwa yang bersedih 

Begitu dingin dunia yang kauhuni 

Jika tak ada tempatmu kembali

Bawa lukamu, biar aku ubati


Tidakkah letih kakimu berlari?

Ada hal yang tak mereka mengerti

Beri waktu untuk bersandar sebentar

Selama ini kau hebat, hanya kau tak didengar...."

No comments:

Post a Comment

About Me

My photo
A simple girl who love books and teddy bears namely Bibi, Bunny and Dak Yot...