Saturday, January 31, 2026

Terima Kasih .... A Quiet Completion ....


Hidup ini penuh misteri. 

Perasaan yang hadir tanpa diundang, tanpa dipinta.


Adakalanya, Tuhan menghadirkan rasa suka atau cinta bukan untuk memiliki atau dimiliki, tetapi....  untuk mendidik jiwa. 


Ada perasaan yang datang bukan sebagai destinasi, tetapi sebagai jalan. 


Melalui rasa itu, kita belajar: 

  • Bagaimana mencintai tanpa menuntut;
  • Bagaimana menjaga adab walau hati ingin mendekat; 
  • Bagaimana melepaskan tanpa membenci;
  • Dan bagaimana berdiri teguh walaupun hati pernah goyah.

Tidak semua cinta diciptakan untuk melangkah ke fasa seterusnya, untuk berkekalan.

Ada yang diciptakan untuk menyedarkan. 
Ada yang datang untuk menyembuhkan luka lama. 
Ada yang membuka lapisan hati yang selama ini tertutup rapat. 
Dan ada yang hadir hanya untuk berbisik: 
"Lihat.... hatimu masih hidup. Tetapi, kamu tidak perlu memilikinya." 


Tuhan Maha Mengetahui kapasiti jiwa kita.
Kadang Dia menghadirkan seseorang yang tidak ditakdirkan untuk tinggal, kerana jika dia tinggal, mungkin kita akan kehilangan diri sendiri. 
Atau kehilangan arah.
Atau lebih malang, kehilangan Tuhan. 


Cinta yang tidak diteruskan, bukan cinta yang sia-sia. 
Ia adalah cinta yang telah menyempurnakan tugasnya - membentuk siapa kita hari ini. 

Dan bila rasa itu pergi, bukan kerana ia tidak cukup kuat, tetapi kerana ia sudah cukup. 

Yang tinggal bukan lagi rindu yang menyakitkan, tetapi...
Ketenangan yang matang. 
Dan itu juga satu bentuk rahmat.

Patung Beruang sangat menghargai hati yang tenang.
Dan apabila Allah hadirkan gerak hati yang aneh di awal pagi itu, Patung Beruang tahu - itulah penutup kepada misteri yang berlaku selama berminggu-minggu...

Kini, hati Patung Beruang kembali tenang.
Tenang.... Setenang air di kali.

Terima kasih Tuhan atas misteri yang indah ini.
Terima kasih Tuhan atas perasaan yang indah ini.
Terima kasih Tuhan atas memori yang indah ini. 

Mungkin benar, 
Hati ini masih hidup. 
Hati ini telah pulih dari trauma yang menyakitkan. 
Yang mengikat selama berbelas-belas tahun.
Yang membentuk dinding sekeras batu.
Namun runtuh hanya dengan satu panggilan.

Mungkin benar,
Luka itu sudah kering.
Parutnya juga telah hilang.
Yang tinggal hanya kematangan dan kesediaan.
Untuk melangkah ke hadapan, menghadapi apa jua yang menanti,
dalam bimbingan Tuhan.


Untuk seseorang disana...
Terima kasih...

 A Quite Completion (for you, held in my prayers)

“He came without promises, without the weight of words meant to stay.

Only a goodbye, placed gently between us

as though even the moment deserved kindness.

 

He could have left unseen

vanishing into another life

another season of becoming.

Instead, he paused - to be present,

and in that pause, my heart found its rest.

 

There was no sorrow waiting, no ache asking to be carried forward.

Only the knowing that some connections are not meant to be held, only honored.


I have lost nothing.

I am only returning what was never mine to keep. 

 

Thank you for the gentle feeling he left behind

Thank you for the memories

that linger softly, like sunlight filtering through quiet leaves.

 

Now the path opens, softly.

Two lives moving on - lighter, quieter, untethered from what once trembled.

What remains is not longing, but grace.


I choose acceptance, not because i did not feel deeply, 

but because i felt fully - with honesty, without crossing the quiet boundaries of my heart.


I place him now in the care of God.

Where every step is watched, every road softened by mercy.

May he be safe.

May his burdens be light.

May his days be gentle and easy. 


I will keep him in my prayers,

whenever God reminds me of him. 

 

And so, with a heart full of gratitude and quiet peace,

I whisper my farewell –

A gentle goodbye

carried on the soft wind

where time cannot take it away…”

About Me

My photo
A simple girl who love books and teddy bears namely Bibi, Bunny and Dak Yot...