Beberapa minggu ini Patung Beruang ada interview sessions hampir setiap hari, demi mencari calon yang benar-benar sesuai untuk mengisi beberapa kekosongan di Department kami.
Sebenarnya, proses recruitment ini memenatkan. Ia memerlukan tenaga, masa, dan focus yang tinggi.
Setiap CV yang diterima, perlu diteliti satu persatu. Seterusnya, kita akan pilih calon yang layak untuk di interview. Bila interview pula, bukannya sekadar perbualan kosong tetapi setiap soalan yang ditanya ada hala tujunya. Selepas interview, kena analyse pula adakah calon ini sesuai atau tidak. Ada evaluation form yang perlu diisi dengan teliti dan dikembalikan kepada HR, bersama dengan keputusan to hire, to reject or to KIV.
Diatas kertas, ramai calon yang nampak hebat.
Nak chartered accountant?
Pilih sajalah..
Nak ACCA, MICPA, ICAEW semua ada..
Belum campur yang ada CFA, CFE, CISA, CIA.. just name it.
Dan ketika interview pula, jika calon itu petah berbicara, kita boleh nampak betapa mereka seronok menggoreng, hehehe.. Hence, our thoughts as interview panels are often blurred by all these distractions. It becomes indistinct and nebulous.
Makanya, macam mana nak pilih calon terbaik untuk kita hire?
Biasanya, benda pertama sekali yang Patung Beruang buat adalah Patung Beruang akan selalu doa pada Allah, mohon dipermudahkan proses recruitment ini dan ditemukan dengan calon yang terbaik untuk bekerja dengan Patung Beruang. Mungkin orang akan cakap;
"Seriouslah Ilyana, benda ini pun nak doa ke?"
Yes, serious. This is what i'm doing for so many years sejak terlibat dengan recruitment untuk my own team.
Honestly, Patung Beruang sangat cerewet untuk pilih subordinates / team members. Sebab tak semua orang mampu ikut rentak kerja diri ini. Ye, kita faham yang capabilities, competencies and learning curve setiap orang berbeza. Makanya, untuk mengelakkan kemudaratan di kedua-dua belah pihak (i.e. Patung Beruang dan subordinates) di kemudian hari, lebih baik kita buat screening sehabis baik.
Bagi Patung Beruang, mencari staff terbaik bukan sekadar melihat resume yang cantik, tetapi memahami siapa mereka disebalik kertas tersebut. Dalam proses recruitment, ada beberapa perkara penting yang boleh membantu kita membuat pilihan yang tepat:
- Jelas dengan keperluan sebenar - Sebelum mengiklankan jawatan kosong, fahami betul-betul apa yang organisasi / department kita perlukan. Bukan sekadar ikut template recruitment biasa. Kadang-kadang kita perlukan staff dengan attitude yang betul, lebih daripada skill.
- Fokus pada sikap, bukan hanya pengalaman - Skill boleh diasah, tetapi sikap sukar diubah. Cari individu yang ada rasa tanggungjawab, keinginan untuk belajar dan jujur. Bukan sekadar perfect scorer untuk akademik.
- Gunakan soalan yang "membuka cerita" - Elakkan soalan terlalu umum. Tanya soalan berbentuk situasi seperti "Apakah audit yang paling mencabar yang anda pernah execute and bagaimana anda menghadapinya?"
- Nilai keserasian dengan budaya kerja - Calon yang hebat belum tentu sesuai dengan budaya organisasi / department kita. Pastikan nilai mereka selari dengan nilai syarikat. Paling penting, gaya komunikasi dan kerja mereka boleh blend dengan pekerja sedia ada di organisasi / department tersebut.
- Jangan tergesa-gesa membuat keputusan - Ambil masa untuk menilai. Kadang-kadang "calon terbaik" bukan yang paling menonjol tetapi yang paling konsisten. Memanglah kita nak isi kekosongan yang ada dengan secepat mungkin tetapi jika terlalu gopoh takut tersalah pilih pula. Lebih baik kita kekurangan staff berbanding ada staff tetapi tidak mampu memenuhi expectation kita. Atau ada staff tetapi tak competent.
- Trust your judgment, but verify - Gunakan reference check atau tugasan ringkas untuk melihat kemampuan mereka. Tahun-tahun sebelum ini, Patung Beruang biasanya akan bagi IQ test dan / atau report writing test untuk melihat capability calon yang datang interview. Selain itu, Patung Beruang juga akan gunakan reference check melalui referee yang mereka stated di CV atau pun melalui kenalan sendiri yang ada dalam organisasi atau industry mereka.
And last but not least, turning our inner voice for guidance after praying to God for direction. Usually, dalam proses screening ini, with so many noise surrounding us, our "vision" can get pretty clouded. We won't be able to think rationally, or see things from a clearer perspective. To overcome this, we'll need to declutter our heart with some "spring cleaning".
During this screening process, any gut feel, instinct, or intuition is really helpful. This is actually an instrument given by Allah to us.
Bila cakap pasal instinct ini, Patung Beruang ada kisah yang benar-benar berlaku:
In 2022, Patung Beruang dapat 1 additional headcount but for Executive level. Oleh kerana cuma ada 1 tempat kosong saja, Patung Beruang minta HR iklankan vacancy tersebut selama 2 minggu saja. Not more and not less.
Selepas 2 minggu, CV yang dapat lebih kurang 50 ke 60. Tetapi yang Patung Beruang shortlisted for interview cuma 6 orang saja.
Dalam 6 orang ini pula, ada seorang candidate yang pertama kali Patung Beruang lihat CV dia, my instinct terus cakap;
"This guy will be a good staff for my Department."
Tidak tahu mengapa, tetapi gerak hati itu sangat kuat.
This guy is 13 years younger than me. Berasal dari Perlis, budak sekolah biasa but result SPM dia perfect score. Selepas diploma, he has 1 year gap then baru sambung degree di UUM. Result diploma dan degree dia pun hebat.
Patung Beruang letakkan dia sebagai candidate terakhir untuk interview. During the interview session, baru Patung Beruang tahu yang this guy datang dari keluarga susah. So the 1 year gap between diploma and degree was because that time, he worked in hotel in Langkawi to help his family financially.
The interview went well. Panels were myself, Yusri (my assistant) and HR personnel.
Selesai saja interview, selepas the candidate keluar dari meeting room, Yusri terus cakap dengan Patung Beruang:
"Kak Ily, it so obvious that you like this candidate. Sepanjang kita interview candidate lain, saya tak pernah nampak Kak Ily senyum macam ini. Kak Ily hire saja dia, I have no objection."
Patung Beruang macam hm... nampak sangat ke that I really like him? hehehe..
Eventually, yes, we hired him for an Executive position.
Dan yes, instinct Patung Beruang betul.
He is a smart guy, fast learner, possess good attitude, sangat behave and always eager to explore new things.
Until now, we still keep in touch although we are no longer working in the same organization. He still contacted me, ask advice not just about audit or corporate, but about life as well.
He will message;
"Kak Ily, I want to share my latest report with you."
"Kak Ily, helps.. I need your advice."
"Kak Ily, i'm stuck!!!"
"Kak Ily, head hunter contacted me. Should i go to new place?"
"Kak Ily, my BAC request this.. this.. this.. How should i do?"
Haish... tak pasal-pasal Patung Beruang dapat adik lelaki yang lain mak dan lain bapa, hehehe.. Sabar je lah..
But Patung Beruang ok je. No harm pun kita guide mereka. These are young generation of auditors that will replace my batch later. Of course, we want them better than us.
Now, after 4 years, he is the Assistant Manager Internal Audit in a public listed company, with a few staff reporting under him. Patung Beruang seronok lihat perkembangan career dia and pray the best for him.
So, untuk recruitment kali ini, do I have the same instinct?
Hm.. honestly yes..
Dalam ramai-ramai candidates yang Patung Beruang dah interview sejak beberapa minggu ini, cuma ada seorang saja candidate yang Patung Beruang ada gerak hati yang sama. This time, is a young girl, non-Malay, brilliant and has a cheerful personality.
Harapnya, gerak hati kali ini betul juga, Aamiin..
Masih ada lagi beberapa interview sessions until end of this week. Just go with the flow and kita lihatlah siapa yang sudi untuk bekerja dengan Patung Beruang nanti, hehehe..
Akhirnya, bukan kita yang memilih sepenuhnya. Tetapi, Allah yang menentukan siapa yang akan berjalan bersama kita nanti...


No comments:
Post a Comment